Catatan Menuju Hiperborea

Apa yang kita bicarakan di sini adalah tentang pencurian, bukan penggasakan. Mencuri itu adil. Menggasak itu eksploitatif. Mencuri adalah saat engkau mengambil sebuah BMW dari seorang yuppie untuk berjalan-jalan, lantas menabrakannya pada Mercedez Benz yang sedang parkir karena memang ingin melakukan hal tersebut. Penggasakan adalah saat engkau mengambil permen dari seorang anak kecil. Mencuri adalah meretribusi produk. Mencuri adalah mengembalikan nilai guna dan menghapuskan nilai tukar. Di bawah sistem yang melegalkan seorang kaya mencuri kerja dari seseorang lain yang tak memiki apapun untuk bertahan hidup selain tenaga kerjanya, maka pencurian produk menjadi sebuah kebaikan.

Ideologi Bernama Agama

Agama sama halnya dengan ideologi-ideologi lain yang banyak kita kenal. Entah itu ideologi sosialisme, ideologi liberalisme, ideologi merah, kuning, hijau, dan biru, dan merah, dan kuning, dan biru… Satu yang membedakan agama dengan ideologi ini adalah kemampuan yang mencantumkan konsep akhirat di dalamnya. Ideologi pada umumnya hanya mengajarkan manusia bagaimana bersikap dalam kehidupan berdasarkan aturan yang dibentuk oleh ideologi yang telah tertanam dalam diri mereka. Tetapi agama, agama selain mengajarkan bagaimana bersikap dalam kehidupan ini, agama juga mampu untuk menafsirkan bagaimana kehidupan kita setelah mati. Agama mampu untuk memberikan legitimasi bahwa orang baik akan masuk surga dan orang jahat akan masuk neraka, sama halnya dalam cerita sinetron. Tidak seperti ideologi kapitalisme dengan spiritnya yang mengatakan bahwa orang yang berusaha akan semakin kaya dan orang yang hanya menunggu tidak akan memperoleh apa-apa.

(Catatan kecil seekor domba)

Siapa Punya Surga????

“ Dan Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”(Alquran surat 3 ayat 85)

wow membaca petikan surat dari alquran ini semacam menjadikan islam sebagai agama nihilis. Siapa pun orang yang berbuat kebaikan, walaupun itu untuk orang banyak, nantinya tetap akan dimasukkan ke neraka karena mereka bukan muslim. Whattefuck, terus apa kabar Pasteur, Bunda Theresa, Aristoteles, dan orang bijak lainnya? Apakah mereka tetap masuk neraka? padahal kontribusi mereka untuk dunia ini sangatlah besar.

Cobalah kemudian membaca petikan surat ini.
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(surat 5 ayat 69)
Who the hell are you people??? Petikan surat tadi semacam menjadi antitesa dari surat sebelumnya. Terus yang benar yang mana? (Bingung mode:on)
Lalu siapa yang mampu menjelaskan nantinya kita masuk neraka apa masuk surga? Nabi Muhammad pun akhirnya tidak mampu untuk mendefinisikan mereka yang layak menjadi penghuni surga.
“Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”(surat 46 ayat 9)

Overall, saya nggak mau mengajari kalian untuk menjadi atheis, tapi cobalah untuk lebih kritis…

Proyek Bunuh Diri Menantang Tirani

Ini adalah monumen tengat kesabaran dan angkara
Satu barisan ribuan mimpi
Titik berangkat yang tak pernah dapat kami datangi kembali
Terbuang serupa fotokopian pamflet aksi di setiap perempatan
Harapan kami akan berakumulasi menyaingi nyalak senapan kalian!
Kami merayap dalam lamat menyaingi hantu-hantu pesakitan
Hingga waktu kalian mencapai tengat…

Titipan angkara mereka yang tak bisa lagi bersuara
Ini muara seluruh arwah yang kehilangan nyawa
Dalam hitungan langkah kami akan isi angkasa
Dengan ribuan pekik yang sama saat kalian terbakar bersama bara
Terlalu kentara manuver mereka memplot penjara
Hukum, moral, kebebasan, batas surga dan neraka
Merancang kontrol bawah sadar serupa bius pariwara
Menjagai setiap inci palang pintu modal dengan tentara
Sebelum waktu yang banal jumud berkanal
Semua momen heroik yang tak pernah tercatat dalam tanggal
Biarkan mereka lafaz semua peringatan yang mereka hafal
Setiap ayat pasal karet pertahanan para tiran berpangkal
Kebebasan yang datang saat kau tak memiliki lagi harapan
Saat opsi tersisa adalah berdiri menantang para tiran
Saat momen terhidup dalam hidupmu adalah memasang badan di tengah medan
Kawan, mana kepalan kalian?!

Serupa biksu Burma di hadapan moncong senapan
Serupa malam Januari yang menandai Chiapas
Serupa seruan Chavez di depan muka Amerika
Serupa tangan Intifadha yang melempar batu di Palestina
Serupa siklus ronta kota pasca Genoa
Serupa rudal Hizbullah di daerah pendudukan
Serupa rahim setiap ibu yang melahirkan para kombatan yang menantang setiap tiran di titik nadir perhitungan

Kami menolak menjadi bidak, sekedar sekrup dan tumbal
Target pemasaran sampah industri kapitalis global
Sekedar hidup lurus dalam dikte penguasa arus
Sekedar kalian tahu kami akan bertahan sampai mampus
Kalian awetkan hegemoni dengan balsam mumi anti-teror
Kombinasi intel dan preman menebar horor
Kalian kerangkeng kami dengan pembenaran semantik
Kami rancang kalam puitik yang lebih bersenjata dari ribuan manifesto politik
Kaya semakin kaya, miskin semakin papa
Kalian dapat berlindung di balik ocehan nasib dan samsara
Lakukan apapun termasuk menjadi tuhan
Kami akan berdiri di sini, tak sendiri, hingga nafas penghabisan
Kebebasan yang datang saat kau tak memiliki lagi harapan
Saat opsi tersisa adalah berdiri menantang para tiran
Saat momen terhidup dalam hidupmu adalah memasang badan di tengah medan
Kawan, mana kepalan kalian?!

Serupa kesabaran terakhir para buruh di palang pintu pabrik
Serupa panen terakhir para petani penggarap
Serupa tengat miskin kota di ujung penggusuran
Serupa pilihan terakhir Pasifik di hadapan ancaman pasar
Serupa harapan mereka yang tak bisa lagi berharap
Serupa pilihan terakhir keluarga korban kekerasan negara
Serupa rahim setiap ibu yang melahirkan para kombatan yang menantang setiap tiran di titik nadir perhitungan

Kami akan bangun kembali godam dari reruntuhan dan kerangka harapan
Keyakinan yang menyaingi semua manual langitan
Esok akan terlalu terlambat, hari ini atau tidak sama sekali!
Meski kalian coba bunuh kami berkali, kami akan lahir berkali bergenerasi
Harapan desis gunung pasir dan lautan yang menyapa setiap kawan
Dan menagih setiap jemari yang pernah menjanjikan kepalan
Untuk menggetarkan nyali para tiran!

Kawan-kawan, dengarkan kawan-kawan!
Komando ada di tangan saya, jangan terpancing provokasi!
Kawan-kawan, tunjukkan pada mereka kita tidak akan pernah melarikan diri, kawan-kawan!
Komando ada di tangan saya. Satu langkah untuk pembebasan!
Hitung mundur dari sekarang!!

Sekedar Ilmu dari Puritan

Adalah bagaimana manusia menyebut nama Tuhannya
Tebas lehernya dulu baru beri dia kesempatan untuk bertanya
Pastikan setiap tema legitimasi agama seperti hak cipta
Supaya dapat kucuci seluruh kesucianmu dengan sperma
Persetan dengan surga sejak parameter pahala
diukur dengan seberapa banyak kepala yang kau pisahkan dengan nyawa
Kini leherkulah yang membuat golokmu tertawa
Target operasi diantara segudang fasis seperti FBR di Karbala
Karena aku adalah libido kemarahan mu yang terangsang dalam genangan darah selangkangan Shanty jika kau menyebut parang bagian dari dakwah
Melahap dunia menjadi pertandingan sepakbola penuh suporter yang siap membunuh jika papan skor tak sesuai selera
Para manusia unggul warisan Orientasi Mahasiswa
Paranoia statistika agama wacana-phobia ala F.A.K
B-A-K-I-N tak pernah bubar mewujud dalam nafas kultural
Persis wakil parlemen yang kau coblos dan kau tuntut bubar
Partai bisa ular belukar liberal
Genghis Khan mana yang coba definisikan moral ?!!
Persetankan argumentasi membakar bara masalah
Dengan kunci pembuka anti-dialektika komprehensi satu bahasa
Instruksi air raksa mereduksi puisi hingga ke level yang paling fatal
Hilangkan amunisi
Sakral adalah ambisi
Wadal modernisasi
Program labelisasi Abu Jahal
Distopia yang tak pernah sabar untuk menuai badai

Untuk setiap kebenaran dan keagungan yang kau bela dengan dakwah
Dan membuat orang lain mati bersamamu
Untuk setiap ide yang kalian berangus atas nama surga yang kalian halalkan
[Come On !!]

Aku bersumpah untuk setiap jengkal markas yang dianggap layak bongkar
Dan setiap buku yang nampak lebih berguna jika terbakar
Jika setiap hal harus bergerak dalam alurmu yang sakral
Sampai api terakhir pun neraka bertukar tempat dengan aspal
Batalyon pembenci Gommorah sucikan dunia dengan darah
Menipiskan batas antara khotbah dengan gundukan sampah
Jika membaca Albert Camus menjadi alasan badan-leher terpisah
Lawan api dengan api dan biarkan semua rata dengan tanah
Lubang tai sejarah memang dunia adalah
Kakus raksasa nikahi bongkah kranium kerdil berpinak ludah
Jika idealismemu tawaran mengundang surga mampir
Berikan bendera dan seragammu kubakar sampai arang terakhir
Seratus kali lebih dangkal dari kolom Atang Ruswita
Seribu kali lebih busuk dari tajuk majalah Garda
Untuk semua idiot yang berfikir semua ide dapat berakhir di perapian
Tak ada dunia yang begitu mudah untuk kalian hitam-putihkan

Mendukung keagungan layak Heidegger mendukung Nazi
Propaganda basi
Wahyu surgawi dengan bau tengik terasi
Jika suci adalah wajib dan perbedaan harus melenyap
Maka jawaban atas wahyu parang dan balok adalah bensin, kain dan botol kecap !!

Fasis yang baik adalah fasis yang mati
Fasis yang baik adalah fasis yang mati
Fasis yang baik adalah fasis yang mati
Tunggu di ujung jalan yang sama saat kalian mengancam kami !!!