Proyek Bunuh Diri Menantang Tirani

Ini adalah monumen tengat kesabaran dan angkara
Satu barisan ribuan mimpi
Titik berangkat yang tak pernah dapat kami datangi kembali
Terbuang serupa fotokopian pamflet aksi di setiap perempatan
Harapan kami akan berakumulasi menyaingi nyalak senapan kalian!
Kami merayap dalam lamat menyaingi hantu-hantu pesakitan
Hingga waktu kalian mencapai tengat…

Titipan angkara mereka yang tak bisa lagi bersuara
Ini muara seluruh arwah yang kehilangan nyawa
Dalam hitungan langkah kami akan isi angkasa
Dengan ribuan pekik yang sama saat kalian terbakar bersama bara
Terlalu kentara manuver mereka memplot penjara
Hukum, moral, kebebasan, batas surga dan neraka
Merancang kontrol bawah sadar serupa bius pariwara
Menjagai setiap inci palang pintu modal dengan tentara
Sebelum waktu yang banal jumud berkanal
Semua momen heroik yang tak pernah tercatat dalam tanggal
Biarkan mereka lafaz semua peringatan yang mereka hafal
Setiap ayat pasal karet pertahanan para tiran berpangkal
Kebebasan yang datang saat kau tak memiliki lagi harapan
Saat opsi tersisa adalah berdiri menantang para tiran
Saat momen terhidup dalam hidupmu adalah memasang badan di tengah medan
Kawan, mana kepalan kalian?!

Serupa biksu Burma di hadapan moncong senapan
Serupa malam Januari yang menandai Chiapas
Serupa seruan Chavez di depan muka Amerika
Serupa tangan Intifadha yang melempar batu di Palestina
Serupa siklus ronta kota pasca Genoa
Serupa rudal Hizbullah di daerah pendudukan
Serupa rahim setiap ibu yang melahirkan para kombatan yang menantang setiap tiran di titik nadir perhitungan

Kami menolak menjadi bidak, sekedar sekrup dan tumbal
Target pemasaran sampah industri kapitalis global
Sekedar hidup lurus dalam dikte penguasa arus
Sekedar kalian tahu kami akan bertahan sampai mampus
Kalian awetkan hegemoni dengan balsam mumi anti-teror
Kombinasi intel dan preman menebar horor
Kalian kerangkeng kami dengan pembenaran semantik
Kami rancang kalam puitik yang lebih bersenjata dari ribuan manifesto politik
Kaya semakin kaya, miskin semakin papa
Kalian dapat berlindung di balik ocehan nasib dan samsara
Lakukan apapun termasuk menjadi tuhan
Kami akan berdiri di sini, tak sendiri, hingga nafas penghabisan
Kebebasan yang datang saat kau tak memiliki lagi harapan
Saat opsi tersisa adalah berdiri menantang para tiran
Saat momen terhidup dalam hidupmu adalah memasang badan di tengah medan
Kawan, mana kepalan kalian?!

Serupa kesabaran terakhir para buruh di palang pintu pabrik
Serupa panen terakhir para petani penggarap
Serupa tengat miskin kota di ujung penggusuran
Serupa pilihan terakhir Pasifik di hadapan ancaman pasar
Serupa harapan mereka yang tak bisa lagi berharap
Serupa pilihan terakhir keluarga korban kekerasan negara
Serupa rahim setiap ibu yang melahirkan para kombatan yang menantang setiap tiran di titik nadir perhitungan

Kami akan bangun kembali godam dari reruntuhan dan kerangka harapan
Keyakinan yang menyaingi semua manual langitan
Esok akan terlalu terlambat, hari ini atau tidak sama sekali!
Meski kalian coba bunuh kami berkali, kami akan lahir berkali bergenerasi
Harapan desis gunung pasir dan lautan yang menyapa setiap kawan
Dan menagih setiap jemari yang pernah menjanjikan kepalan
Untuk menggetarkan nyali para tiran!

Kawan-kawan, dengarkan kawan-kawan!
Komando ada di tangan saya, jangan terpancing provokasi!
Kawan-kawan, tunjukkan pada mereka kita tidak akan pernah melarikan diri, kawan-kawan!
Komando ada di tangan saya. Satu langkah untuk pembebasan!
Hitung mundur dari sekarang!!

Sekedar Ilmu dari Puritan

Adalah bagaimana manusia menyebut nama Tuhannya
Tebas lehernya dulu baru beri dia kesempatan untuk bertanya
Pastikan setiap tema legitimasi agama seperti hak cipta
Supaya dapat kucuci seluruh kesucianmu dengan sperma
Persetan dengan surga sejak parameter pahala
diukur dengan seberapa banyak kepala yang kau pisahkan dengan nyawa
Kini leherkulah yang membuat golokmu tertawa
Target operasi diantara segudang fasis seperti FBR di Karbala
Karena aku adalah libido kemarahan mu yang terangsang dalam genangan darah selangkangan Shanty jika kau menyebut parang bagian dari dakwah
Melahap dunia menjadi pertandingan sepakbola penuh suporter yang siap membunuh jika papan skor tak sesuai selera
Para manusia unggul warisan Orientasi Mahasiswa
Paranoia statistika agama wacana-phobia ala F.A.K
B-A-K-I-N tak pernah bubar mewujud dalam nafas kultural
Persis wakil parlemen yang kau coblos dan kau tuntut bubar
Partai bisa ular belukar liberal
Genghis Khan mana yang coba definisikan moral ?!!
Persetankan argumentasi membakar bara masalah
Dengan kunci pembuka anti-dialektika komprehensi satu bahasa
Instruksi air raksa mereduksi puisi hingga ke level yang paling fatal
Hilangkan amunisi
Sakral adalah ambisi
Wadal modernisasi
Program labelisasi Abu Jahal
Distopia yang tak pernah sabar untuk menuai badai

Untuk setiap kebenaran dan keagungan yang kau bela dengan dakwah
Dan membuat orang lain mati bersamamu
Untuk setiap ide yang kalian berangus atas nama surga yang kalian halalkan
[Come On !!]

Aku bersumpah untuk setiap jengkal markas yang dianggap layak bongkar
Dan setiap buku yang nampak lebih berguna jika terbakar
Jika setiap hal harus bergerak dalam alurmu yang sakral
Sampai api terakhir pun neraka bertukar tempat dengan aspal
Batalyon pembenci Gommorah sucikan dunia dengan darah
Menipiskan batas antara khotbah dengan gundukan sampah
Jika membaca Albert Camus menjadi alasan badan-leher terpisah
Lawan api dengan api dan biarkan semua rata dengan tanah
Lubang tai sejarah memang dunia adalah
Kakus raksasa nikahi bongkah kranium kerdil berpinak ludah
Jika idealismemu tawaran mengundang surga mampir
Berikan bendera dan seragammu kubakar sampai arang terakhir
Seratus kali lebih dangkal dari kolom Atang Ruswita
Seribu kali lebih busuk dari tajuk majalah Garda
Untuk semua idiot yang berfikir semua ide dapat berakhir di perapian
Tak ada dunia yang begitu mudah untuk kalian hitam-putihkan

Mendukung keagungan layak Heidegger mendukung Nazi
Propaganda basi
Wahyu surgawi dengan bau tengik terasi
Jika suci adalah wajib dan perbedaan harus melenyap
Maka jawaban atas wahyu parang dan balok adalah bensin, kain dan botol kecap !!

Fasis yang baik adalah fasis yang mati
Fasis yang baik adalah fasis yang mati
Fasis yang baik adalah fasis yang mati
Tunggu di ujung jalan yang sama saat kalian mengancam kami !!!

Penelitian SMA About Carok

Hhhahahaaa….tulisan ini ternyata masih ada. Tulisan di bawah ini penelitian kecil2an ku pas masih SMA (bakat masuk jurusan sosiologi)…Sedikit bodoh namun berarti banyak untukku….

—————————————————————————————————————————————-

2.1. PENGERTIAN CAROK
Orang luar Madura cenderung mengartikan kekerasan yang dilakukan oleh orang Madura sebagai carok, padahal tidak demikian, carok adalah suatu tindakan kekerasan yang menyebabkan kerusakan fisik ataupun korban jiwa yang dilakukan oleh sesama lelaki di suatu desa yang mempertahankan harga diri dan martabatnya. Walaupun menimbulkan korban jiwa tetapi para pelaku carok tidak disebut sebagai pembunuh oleh masyarakat Madura. Lain halnya dengan perbuatan yang menimbulkan korban jiwa tetapi tidak dilandasi dengan alasan-alasan carok akan tetap di-cap sebagai pembunuh untuk pelakunya. Seseorang yang melakukan kekerasan fisik karena murni kejahatan akan diberikan sanksi secara tegas masyarakat Madura.

2.2. LATAR BELAKANG CAROK
Dari data yang ada kasus carok dilatarbelakangi oleh :
Masalah gangguan terhadap istri 60,4 %
Salah paham 16,9 %
Masalah tanah atau harta waris 6,7 %
Utang piutang 9,2 %
Masalah kesopanan, pergaulan sosial 6,8 %
Data-data tersebut diambil dari Polres-Polres di Pulau Madura pada tahun 1990-1994, secara keseluruhan tingkat kekerasan yang terjadi di Madura dua kali lipat lebih tinggi daripada data kriminalitas dengan kekerasan pada tingkat propinsi atau satu setengah kali lipat lebih tinggi daripada data kriminalitas dengan kekerasan pada tingkat nasional.
Masyarakat Madura yang bersifat temperamental sering sekali tersulut emosinya karena hal-hal yang sepele, sifat tersebutlah yang menjadikan carok sebagai suatu budaya bagi masyarakat Madura. Masyarakat Madura dikenal oleh masyarakat daerah lain karena wataknya yang keras. Hampir seluruh daerah di Indonesia dihuni oleh penduduk masyarakat Madura, oleh karena itu masyarakat Indonesia mengenal masyarakat Madura sebagai orang yang memiliki watak yang sangat keras dan mudah sekali tersinggung. Apabila tersinggung masyarakat Madura menyelesaikan perkaranya tersebut dengan carok.

2.3. KONSEP DAN TEORI TENTANG KEKERASAN
Konsep kekerasan secara umum mengacu pada dua hal :
Suatu tindakan untuk menyakiti orang lain sehingga menyebabkan luka-luka atau mengalami kesakitan sampai dengan kematian .
Penggunaan kekuatan fisik yang tidak lazim.
Penggunaan kekerasan dalam penyelesaian masalah banyak dipengaruhi oleh budaya yang ada di
lingkungan masyarakat tersebut, aspek-aspek tingkah laku kekerasan baik bersifat individual maupun
kolektif atau massal berkaitan dengan dimensi budaya dan faktor psikologis.
Khusus pada kasus carok hampir semua bersifat individual kadang berkembang menjadi massal tetapi itu
diawali oleh konflik individu yang terlibat dalam carok. Kekerasan yang sudah menjadi budaya cenderung untuk didistribusikan dari generasi ke generasi.
Ada beberapa teori yang mengungkapkan tentang kekerasan :
1. Teori Materialis Kultural.
Budaya kekerasan yang terpola karena kondisi material dengan demografi, organisasi kerja, interaksi
dengan lingkungan, kompetisi dan seleksi antara kelompok-kelompok dalam lingkungan, serta motivasi-
motivasi dalam perang.
2. Teori Politik atau Ekonomi Politik
Persaingan kekuasaan yang berkaitan tidak hanya dengan faktor-faktor penggunaan sumber-sumber tetapi
juga dengan sistem politik dan memberikan perhatian pada struktur-struktur politik yang saling bersaing di
tingkat lokal maupun internasional.
3. Teori tentang biologi evolusi atau biososial
Teori ini didasarkan pada suatu kelompok akan berjuang untuk kebaikan kelompok mereka dan melawan
dengan agresi atau kekerasan jika kepentingan–kepentingan mereka terancam oleh pihak lain.
4. Teori Deskriptif Historik atau Partikularis
Konflik dan kekerasan berkembang pada suasana khusus dan sepanjang waktu dengan fokus pada detail-
detail situasional.
5. Teori tentang kekerasan dalam perspektif simbolik
Kekerasan yang bersifat implisit baik yang terdapat dalam aktivitas ritual, keagamaan, atau dalam hubungan
kelompok-kelompok dengan kelompok-kelompok lain yang lebih interior dalam suatu struktur hegemonik.
Dari sekian teori tentang kekerasan, carok lebih dekat pada teori materialis kultural, dengan memperhatikan
kondisi sosial budaya Madura melalui analisis deskriptif mendalam dan bersifat tafsiriah, makna carok dapat
diungkapkan dan dipahami sesuai dengan konteks sosial budaya Madura.

2.4. DAMPAK CAROK
Bentuk kekerasan seperti carok memiliki dampak yang nyata terlihat oleh kita. Carok dapat mengakibatkan
kerusakan fisik pada para korbannya bahkan juga dapat menyebabkan hilangnya nyawa. Semua itu terjadi
semata-mata karena harga diri ataupun kehormatan yang sangat dijaga oleh masyarakat Madura. Bagi pelaku
carok, kemenangan mereka merupakan kebanggaan tersendiri bagi mereka, dan mereka pun merasa puas
karena dendam mereka telah terlaksana. Tetapi bagi korban serta keluarganya, carok menimbulkan dampak
yang sangat merugikan bagi mereka, baik itu dari segi fisik ataupun materi.

2.5. PENANGANAN CAROK
Semakin bertambahnya tahun, kasus carok yang ada di pulau Madura lebih dapat ditekan. Semua itu lebih banyak disebabkan dari pengalaman-pengalaman sebelumnya tentang dampak dari carok itu sendiri, mereka mulai mengerti bahwa carok lebih banyak menimbulkan kerugian daripada keuntungannya. Peranan kepolisian serta pemangku adat dan tokoh agama juga banyak membantu dalam penekanan jumlah kasus carok. Melalui sanksi yang tegas masyarakat Madura dapat dipaksa secara mental untuk tidak melakukan carok yang selama ini sudah membudaya di daerah Madura.

Zodiak punya cerita

Berikut beberapa profil zodiak, moga bermanfaat. Artikel ini saya dapat dari kapanlagi.com….Boleh percaya atau gag, tapi kalau saya percaya 58%…

Aries: simbol zodiak pertama
Elemen: api
Planet: Mars
Batu: amethyst, berlian
Mineral: metal
Warna: merah
Karakteristik: aktif, inisiatif, suka memimpin, mandiri, agresif, tidak sabaran, energik, pemula, asertif dan terkadang naif.
Simbol di balik Aries: Domba jantan
Domba jantan bertanduk adalah simbol yang mewakili Aries. Simbol tersebut mengandung artian, kesuburan, agresif dan serangan, serta keberanian. Tanduk yang ada di kepala domba mewakili ambisi Aries untuk memimpin. Untuk itulah mereka terkadang keras dan tak suka dibantah.

Taurus: simbol zodiak ke dua
Elemen: tanah
Planet: Venus
Batu: Emerald
Mineral: tembaga
Warna: hijau
Karakteristik: gigih, keras kepala, posesif, dermawan, sensual, manja, patuh
Simbol di balik Taurus: Sapi bertanduk/ banteng
Simbol sapi bertanduk ini mewakili kekuatan, kekerasan hati, kejantanan dan kekuasaan. Pada umumnya mereka hidup sendiri, namun terkadang berkelompok. Mereka adalah sosok yang cinta damai, namun bisa seketika marah jika ada yang memancing emosinya.

Gemini: simbol zodiak ke tiga
Elemen: udara
Planet: Merkuri
Batu: Agate (akik)
Mineral: air raksa
Warna: kuning
Karakteristik: banyak bicara, mudah beradaptasi, fleksibel, mudah berubah, bertanggung jawab, mudah bersosialisasi, hanya memandang sesuatu dari luarnya saja
Simbol di balik Gemini: anak kembar
Simbol anak kembar dikenal sejak dahulu kala, menunjukkan adanya dua sisi dalam satu tubuh yang sama. Di mana juga melambangkan sebuah perubahan yang bisa terjadi dalam waktu yang sangat cepat, sebuah komunikasi, transaksi dan ide baru.
Transisi tercipta di dalam simbol kembar ini, dengan demikian si empunya zodiak sangat mudah berubah dan beradaptasi terhadap hal atau sesuatu yang baru.

Cancer: simbol zodiak ke empat
Elemen: air
Planet: Bulan
Batu: mutiara, opal
Mineral: perak
Warna: putih, kuning
Karakteristik: lembut, kolot, perasa, tertutup, keibuan, suka merenung
Simbol di balik Cancer: Kepiting
Kepiting adalah binatang yang berjalan miring, demikian simbol ini melambangkan zodiak Cancer yang memiliki kecenderungan sikap yang sangat berbeda dan unik. Mereka selalu menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri. Tergolong orang-orang yang melindungi diri sendiri, egois, sensitif dan tertutup. Mereka tak begitu suka akan perubahan, dan merasa nyaman dengan lingkungan yang sudah ada sejak lama.

Leo: simbol zodiak ke lima
Elemen: api
Planet: Matahari
Batu: ruby
Mineral: emas
Warna: oranye, emas
Karakteristik: murah hati, suka menolong, perhatian, aktif, hangat, terbuka dan suka memerintah
Simbol di balik Leo: Singa
Singa disebut-sebut sebagai raja hutan yang ditakdirkan menjadi pemimpin, demikian pula disimbolkan, karakter mereka yang bernaung di bawah zodiak Leo suka memerintah dan tak suka dikalahkan. Keberanian menjadi salah satu karakter dirinya, kekuatan dan kekuasaan selalu ada di dalam benak Leo.

Virgo: simbol zodiak ke enam
Elemen: tanah
Planet: Merkurius
Batu: safir
Mineral: air raksa
Warna: biru
Karakteristik: analitik, cerdas, kritis, suka menolong, teliti, pendiam
Simbol di balik Virgo: Wanita
Virgo dilambangkan oleh wanita perawan, di mana karakteristik dasarnya adalah sosok pemalu, lembut, bijaksana, dan alami. Mereka memiliki kecenderungan lebih suka hidup sendiri.

Libra: simbol zodiak ke tujuh
Elemen: udara
Planet: Venus
Batu: berlian
Mineral: tembaga
Warna: Hijau
Karakteristik: memiliki jiwa sosial yang tinggi, baik hati, mudah bergaul dan disukai, artistik, berwibawa, diplomatik
Simbol di balik Libra: Timbangan
Timbangan, alat yang digunakan untuk mengukur berat suatu benda. Dipercaya bahwa simbol ini merupakan lambang dari keseimbangan, keharmonisan dan keadilan. Mereka adalah sosok yang cinta damai dan hidup dalam lingkungan yang stabil.

Scorpio: simbol zodiak ke delapan
Elemen: Air
Planet: Mars
Batu: topaz, opal
Mineral: besi
Warna: ungu
Karakteristik: penuh gairah, posesif, fokus, sangat menggebu-gebu, memiliki rasa ingin tahu yang besar
Simbol di balik Scorpio: Kalajengking
Scorpio adalah binatang yang mematikan dan memiliki senjata di ekor dan di kedua tangannya. Mereka adalah sosok yang penuh emosi dan pendendam. Mereka juga sosok yang berani dan penuh kekuasaan.

Sagittarius: simbol zodiak ke sembilan
Elemen: api
Planet: Jupiter
Batu: topaz
Mineral: timah
Warna: Hijau Turquoise
Karakteristik: optimis, antusias, jujur, pendiam, mandiri, bertanggungjawab, blak-blakan, petualang sejati
Simbol di balik Sagittarius: Archer/ pemanah
Archer yang ada di dalam simbol Sagittarius ini adalah sosok Centaur, makhluk kuno setengah manusia dan berbadan kuda. Menunjukkan bahwa mereka adalah makhluk emosional yang penuh gairah, berani, bijaksana, dan selalu bergerak maju.

Capricorn: simbol zodiak ke sepuluh
Elemen: Tanah
Planet: Saturnus
Batu: onyx, amber
Mineral: Timah
Warna: Cokelat
Karakteristik: kolot, bijaksana, berambisi, konstan, disiplin, berhati-hati
Simbol di balik Capricorn: kambing jantan
Simbol kambing jantan ini melambangkan keras kepala yang luar biasa, mereka cenderung egois dan nyaman hidup sendiri. Mereka adalah sosok yang tertutup dan jarang berbagi perasaan dengan orang lain. Mereka memiliki gairah dan ambisi untuk selalu mencapai posisi puncak dan mendapat yang terbaik.

Aquarius: simbol zodiak ke sebelas
Elemen: udara
Planet: Uranus
Batu: Amethyst
Mineral: Uranium
Warna: Biru Langit
Karakteristik: mandiri, opini keras, idealis, pendiam, ramah, cerdas
Simbol di balik Aquarius: pembawa air
Simbol pembawa air adalah sosok yang sangat alami dan sangat spiritualis. Mereka adalah sosok dewasa yang cinta damai. Orientasi mereka adalah kemajuan dan perkembangan, untuk itu mereka adalah orang-orang yang gemar belajar dan sangat cerdas.

Pisces: simbol zodiak ke duabelas
Elemen: air
Planet: Neptunus
Batu: Giok/ koral
Mineral: timah
Warna: Biru laut
Karakteristik: memiliki intuisi yang tajam, simpatik, sensitif, lembut, mudah dipengaruhi
Simbol di balik Pisces: ikan
Pisces disimbolkan oleh dua ikan yang berenang berlainan arah. Simbol tersebut melambangkan karakter Pisces yang selalu bimbang dan tak mudah mengambil suatu keputusan. Namun mereka adalah orang yang sangat terbuka dan mudah menerima masukan atau kritik dari luar.

Penelitian investigatif

Beberapa tahun terakhir banyak bermunculan program di televisi yang menayangkan investigasi terhadap suatu fenomena sosial. Penelitian dengan menggunakan in depth interview ini biasa menayangkan narasumber secara off the record. Investigasi dalam telivisi ini dapat disebut sebagai penelitian kualitatif. Karena bagaimanapun juga peneliti mengangkat fenomena yang ada dalam masyarakat. Untuk mengangkat sebuah tema tim kreatif juga merumuskan masalah yang akan diangkat. Hal ini menyangkut masalah yang sedang berkembang di masyarakat namun belum banyak diketahui. Terkadang untuk sebuah penelitian, peneliti harus mampu berpartisipasi langsung ke dalam komunitas yang menjadi obyek penelitiannya.

Penelitian Kualitatif dan Jurnalistik
Bila kita tinjau lebih dalam, penelitian kualitatif hamper sama dengan ilmu dalam jurnalistik. Hal ini menyangkut tentang bagaimana kita membentuk pola deskriptif dalam penyajian data. Dalam ilmu jurnalistik ada jenis berita berupa feature. Pada dasarnya feature hamper sama dengan penelitian kualitatif. Contoh investigasi dia atas adalah jenis feature dalam berita. Sama halnya dengan penelitian kualitatif, feature juga menyajikan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan untuk menjawab rumusan masalah.
Rumusan masalah dalam jurnalistik ditentukan lewat rapat redaksi. Dalam rapat redaksi ini masalah yang diangkat diseduaikan dengan tema yang menjadi topic utama dalam edisi tersebut. Tidak semua masalah dapat dimuat sebagai berita. Karena rumusan masalah masih harus dipertanggungjawabkan lewat rapat redaksi.

In Depth Interview untuk Investigasi
Dalam penelitian kualitatif dengan bentuk eksploratif, peneliti dituntut untuk dapat mengungkapkan fakta yang ada di dalam masyarakat. Dalam hal ini terkadang responden menutup-nutupi fakta yang dicari oleh peneliti. Oleh karena itu terkadang teknik wawancara dengan melakukan in depth interview sangat diperlukan dalam penelitian. In depth interview biasa diawali oleg peneliti dengan melakukan pendekatan secara partisipatif ke dalam masyarakat. Peneliti terlebih dahulu masuk ke dalam komunitas hingga dia benar-benar dapat diterima oleh komunitas tersebut.
Setelah peneliti mulai diterima oleh masyarakat, mula-mula dia mendekati sample yang telah dipilih secara purposive. Peneliti dalam kondisi seperti ini tidak langsung memperkenalkan diri sebagai peneliti. Namun peneliti bersikap biasa. Dengan cara itu peneliti dapat mengungkapkan fakta melalui obrolan-obrolan ringan dengan masyarakat tanpa perasaan takut dicurigai. Dari obrolan ringan inilah terkadang fenomena itu kemudian muncul dengan sendirinya yang sering juga disebut fenomenologis.
Tujuan lain dari wawancara adalah memberikan pemahaman dalam dimensi-dimensi yang belm tergali dalam suatu topik. Penelitian yang telah dituangkan dalam literature tidak selalu menghasilkan yang aktual dalam menerapkan permasalahan yang diterapkan. Memilih pemikiran-pemikiran yang menyimpang biasanya lebih mudah dicegah daripada menghadapinya. Bagaimanapun juga kebutuhan khusus seperti identifikasi variable-variabel baru dalam penelitian, mempertajam kejelasan konsepsi, atau bentuk lainnya, maka wawancara dapat sangat efektif sebagai alat eksplorasi.
In Depth Interview yang digunakan peneliti dalam media elektronik terkadang juga cukup berat. Bagaimanapun juga peneliti harus mendapatkan gambar dari responden ataupun situasi dari fenomena yang diangkat agar dapat ditampilkan dalam televisi. Untuk melakukan penelitian ini peneliti biasa menyembunyikan kamera dalam tas agar tidak diketahui oleh responden. Karena terkadang responden tidak ingin dirinya terlibat dalam acara investigasi. Hal ini menyangkut efek sosial yang muncul setelahnya.

Trianggulasi Data
Dalam penelitian kualitatif sangat diperlukan trianggulasi data. Trianggulasi data yang dimaksud di sini adalah dari sumber data. Dengan melakukan pengecekan ulang terhadap data yang didapat, akan muncul fakta yang sebenarnya. Paling tidak agar mampu untuk menjawab sebuah permasalahan, peneliti melakukan penggalian data lebih dari satu responden. Penggalian data dapat dihentikan apabila tidak ada lagi variasi data.
Trianggulasi data dapat dilakukan dengan memilih responden dengan latar belakang sosial dan intelektual yang berbeda. Agar nantinya muncul variasi data sebagai pembanding dari data-data yang telah didapat. Dalam investigasi terhadap bakso dari daging tikus yang telah dibahas sebelumnya. Peneliti melakukan observasi kepada penjual bakso, penyedia daging tikus, dan penggilingan daging. Dalam kasus ini terdapat saling keterkaitan antara responden hingga dapat ditarik kesmpulan.

Eksploratori dalam Investigasi
Penelitian eksploratori ditandai oleh beberapa ciri dasar. Salah satunya adalah mengandaikan bahwa penyelidik sedikit atau tidak memiliki pengetahuan mengenai masalah atau situasi yang sedang diselidiki. Ketidaktahuan umum mengenai kelompok tertentu atau sasaran penelitan lain dan semacamnya tidak memberikan banyak kesempatan bagi peneliti untuk memusatkan perhatian pada aspek yang spesifik dari situasi sosial. Penelitian eksplatori sebagai salah satu kegunaan utamanya bisa menemukan berbagai faktor signifikan yang bisa ditaksir secara lebih rinci dan mendalam pada suatu kesemptan lain dengan suatu rancangan penelitian yang lebih canggih. Studi-studi eksploratori memiliki fungsi untuk mengenalkan peneliti pada ciri-ciri dari sasaran penelitiannya.
Seperti contoh investigasi di atas. Peneliti tidak paham betul tentang pemakaian daging tikus sebagai bahan olahan bakso. Setelah diketahui dari beberapa masyarakat, peneliti langsung turun ke lapangan untuk mendekati oknum yang bersangkutan. Prosesnya pun tidak bisa disebut sebentar, karena peneliti juga harus mengetahui pola dari oknum yyang memakai daging tikus ini. Sehingga kemudian peneliti dapat menentukan siapa responden yang pantas untuk diwawancarai.

Etika dalam Investigasi
Ciri utamaa dari penelitian kualitatif adalah posisi peneliti sebagai instrumen yang mengumpulkan data. Hal ini dapat dilakukan dalam proses wawancara yang mendalam, observasi partisipatif, pengumpulan dokumen, gambar, dan sebagainya. Semua itu menyangkut hubungan antara peneliti dengan yang diteliti. Dalam masyarakat yang diteliti tentunya ada norma, peraturan, ataupun kebiasaan masyarakat yang harus diketahui oleh peneliti. Karena bila tidak akan muncul gesekan yang diakibatkan oleh tidak sesuainya perilaku peneliti dengan nilai yang dianut oleh masyarakat. Sehingga sebelum turun ke lapangan sudah seharusnya peneliti terlebih dahulu mempersiapkan dir dengan mengetahui etika masyarakat yang akan diteliti.
Dalam mendapatkan data kita harus bekerja sesuai dengan etika. Namun bagaimana bila penelitian kita dalam bentuk investigative yang notabenenya mencoba untuk mengungkap fakta di masyarakat yang biasanya tabu untuk dibicarakan. Hal ini menjadi pengecualian bagi penelitian eksploratif. Ada 2 etika penting yang harus ditanamkan dalam melakukan penelitian eksploratif, antara lain:
1) Peganglah kerahasiaan segala sesuatu yang berkenaan dengan informasi yang diberikan oleh subjek. Jika informasi yang diberikan oleh mereka tidak dikehendaki untuk dipublikasikan, peneliti hendaknya menghormatinya. Nama-nama Subjek juga sebaiknya tidak disebutkan dalam laporan penelitian kecuali jika subjek tidak berkeberatan. Atau jika dipandang perlu, nama-nama tersebut diganti nama lain, misalnya menggunakan nama samaran.
2) Tulislah segala kejadian, peristiwa, ceritera dan lain-lain secara jujur, benar, jangan ditambah dan diberi bumbu, dan nyatakanlah sesuai dengan keadaan aslinya. Memoles atau membedaki atau memproses data dalam pabrik ataupun mengubah data akan merupakan dosa besar bagi seorang ilmuwan.
Dalam penelitian investigatif kita memang sedikit mengindahkan etika. Namun tetap saja kita harus berhati-hati dalam meelakukan observasi ini.

Partisipan untuk Investigasi
Delam observasi jenis partisipan ini, peneliti adalah bagian dari keadaan alamiah, tempat dilakukannya observasi. Dalam hal ini peneliti dapt menjadi anggota dari sebuah kelompok khusus atau organisasi dan menetapkan untuk mengamati kelompok tersebut dengan satu atau beberapa cara. Atau dengan melakukan kerjasama dengan sebuah kelompok yang bertujuan untuk mengamati kelompok dengan beberapa cara. Hal yang paling penting di sini bukan bagaimana peneliti dapat beradaptasi dengan lingkungan, tetapi partisipan aktif sebagai bagian yang menyeluruh yang diperlukan dalam pelaksanaan ini.
Peneliti dalm metode partisipan hanya berperanserta dalam kehidupan sehari-hari subjeknya di setiap situasi yang ingin dipahami oleh peneliti. Dengan kata lain peneliti tidak secara seratus persen mengikuti aktivitas dari subjeknya. Dengan menjadi bagian dari anggota kelompok, peneliti tidak lagi dianggap sebagai orang asing. Pada situasi demikian peneliti akan akan memperoleh kegiatan subjeknya melalui sudut pandang subjek itu sendiri.
Observasi partisipan dianggap memiliki daya tarik yang tinggi untuk dijadikan suatu metode. Karena peneliti menjaga berlangsungnya keadaan alamiah di tempat berlangsungnya penelitian. Tapi ada beberapa kekurangan dari observasi jenis ini. Yaitu gagalnya metode untuk secara teliti menjadi prosedur pengumpul data. Metode partisipan kurang memperhatikan ketetapan dibandingkan dengan perhatian pada penemuan. Masalah-masalah lain yang menggangu dalam tipe observasi ini adalah tidak setiap orang ingin atau mampu menyediakan waktu untuk masalah yang dianggap tidak sah atau bernilai negatif, dan juga resiko dalam cara-cara mendapatkan data. Masalahnya bukan itu saja namun juga kesungguhan dari para peneliti.
Efek Investigasi bagi Produsen dan Konsumen
Penayangan acara investigasi di televise memang cukup controversial. Ada beberapa pihak seperti produsen yang merasa dirugikan akibat penayangan dari acara investigasi ini. Sebagai ilustrasi yang kita ambil sebelumnya adalah penayangan investigasi tentang bakso yang terbuat dari daging tikus dan mengandung boraks. Hasil dari investigasi ini kemudian menjadi isu nasional. Omzet beberapa pengusaha bakso turun drastic kala itu. Hal ini dikarenakan konsumen khawatir bila bakso yang mereka konsumsi terbuat dari daging tikus.
Bagi konsumen, mungkin setelah penayangan acara investigasi ini mereka dapat lebih waspada. Waspadda untuk memilih makanan yang mereka konsumsi. Jangan sampai seperti membeli kucing dalam karung. Bagaimanapun juga penelitian memang memiliki manfaat penelitian. Baik itu secara akademis, ataupun secara praktis yang berguna bagi masyarakat.

Daftar Pustaka:
Black, james. Metode dan Masalah Penelitian Sosial. Bandung: PT Refika Aditama. 2001

Moleong, Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2008