Keberadaan Mall (Pasar Modern, Red) Seringkali menjadi acuan seseorang untuk melihat apakah suatu daerah itu sudah maju atau belum. Misalnya ketika saya berbicara dengan teman saya. Dia selalu menanyakan apakah di daerah saya atau daerah teman-teman yang lain memiliki Mall. Sontak saya tidak bisa menjawab, karena daerah saya di Madura memang masih dalam proses pembangunan (Amin).
Mungkin hal ini juga yang menjadi alasan mengapa di daerah seperti Kota Malang berpacu untuk membangun Mall sebanyak-banyaknya. Terhitung hingga saat ini ada 12 Mall di Kota Malang (Mall Malang Town Square, Mall Olympic Garden (MOG), Mall Araya, Mall Sarinah, Mall Malang Plasa, Mall Gadjah Mada Plasa, Mall Mitra I Dept. Store, Mall Carefour Express, Mall Matahari Dept. Store, Mall Ramayana, Plaza Dieng, @MX Mall). Rencananya akan dibangun 2 Mall lagi di atas Pasar Blimbing dan Pasar Dinoyo.
Tidak sedikit masyarakat yang setuju tolak ukur pembangunan dari suatu daerah dihitung dari jumlah Mall yang berdiri di situ. Lihat saja daerah di Jakarta atau Surabaya, Mall berdiri tegak menindih ruang terbuka hijau. Tidak perlu lagi taman bermain, alun-alun, museum, perpustakaan, ataupun pasar tradisional. Karena semua ada di Mall. Saya sendiri tidak tahu harus sedih atau senang dengan pembangunan Mall. Kesedihan saya atas Mall muncul ketika pasar tradisional digusur, pelajar menghabiskan waktunya di Mall, dan tingkat konsumtif wasiat kapitalis yang semakin tidak terkendali. Rasa senang saya atas Mall? biasa aja
Mall, Indikator Pembangunan
URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://dedyanjing.wordpress.com/2011/06/21/mall-indikator-pembangunan/trackback/