Saya sering sekali mengikuti diskusi tentang komersialisasi pendidikan di kampus. Banyak orang yang menganggap bahwa komersialisasi pendidikan sangat tidak manusiawi terutama bagi mereka yang tidak mampu dalam hal materi. Menurut saya itu omongan parsial yang hanya melihat dari sisi ekonomis. Bloody hell, saya sangat tidak setuju apabila pendidikan digratiskan. Kalau kamu tidak mampu tapi ingin sekolah sampai jenjang tertinggi carilah beasiswa. Di kampus banyak sekali beasiswa yg dtawarkan baik dari Dikti ataupun bentuk CSR perusahaan. Tinggal bagaimana kita mampu mengakses beasiswa tersebut.
Masalah akan muncul jika pendidikan jadi gratis. Pada masa orde baru, pendidikan sempatĀ dgratiskan, apa akibatnya? Mahasiswa jadi malas kuliah, bahkan tidak sedikit yang sampai kena DO. Tidak hanya di Indonesia, Amerika dan Jerman pun pernah mengalami nasib serupa.
Dalam kacamata sosiologis untuk mendapatkan reward (penghargaan) maka dibutuhkan cost (pengorbanan). Apabila reward tidak dibarengi dengan cost maka kita akan ogah-ogahan dan cenderung menyepelekan.
Kalau kita bayar SPP tiap semester, kita akan selalu ingat bagaimana perjuangan orang tua menyekolahkan kita. Kadang memang kebijakan yang kita anggap bodoh ada misteri di baliknya
Best of you